Lompat ke isi
9 Oktober 2011 / Chandra Wulan

Pak… Minta Pak…..

Dulu, kupikir terminal hanya untuk para transporter ruang dan penyedia jasa. Ternyata juga untuk kasus kriminal. Eh… ternyata lagi, terminal itu tempatnya do’a bertebaran.

Bayangkan,, gue turun dari angkot, disambut do’a. Gue naik angkot lintas kota yang warnanya jingga, lagi-lagi gue disambut dengan do’a. “Keselamatan atasmu…” tergema… ”Mudahan pian selamat….” dan terdengar “Assalamu’alaikum….”

Gue pikir, enak juga ya kalau di angkot, selalu dido’akan, meskipun gue bukan artis. Yaiyalah,,,kalau gue artis, ga bakal dido’akan, tapi dimintai tandatangan plus foto bareng…. (emang… segitunya sama artis??? appa coba…) Atau kalau gue pejabat, ngapain juga gue naik angkot, kan banyak tu kendaraan spesialnya….

Segerombolan anak mendatangi setiap penumpang sambil berkata, “Assalamu’alaikum…”
Baik banget mereka, kenal juga ngga, tapi dengan setianya mereka mendo’akan. Subhanallaah…. Salut gue.

Tapi… yang bikin gue kesel, do’a mereka ni kan bentuknya salam, tapi buat kita yang mendengar hukumnya wajib menjawab. Berarti ngga menjawab sama dengan dosa????
OMyGod….. Bagaimana gue menjawab do’a mereka? Mereka mendo’akan secara bertubi-tubi, lebih bertubi-tubi dari serangan udara yang ada di film perang….

Anggap aja ada tiga anak, anak pertama mengucap salam setiap 3 menit, anak kedua mengucap salam setiap 4 menit, dan anak ketiga mengucap salam setiap 5 menit. Soalnya sekarang adalah dimenit keberapa mereka mengucap salam secara bersamaan???

Itu mah soal KPK, soal sebenarnya adalah….. Gue kan cape kalau harus menjawab salam mereka setiap menit. Sementara mereka ngucapinnya bergiliran…. Artinya, gue harus zikiran wa’alaikumsalam dong….

Mendadak, ada satu anak nyamperin gue, umurnya kira-kira 5 tahun. Dia bilang, “Assalamu’alaikum ka…..” Dalam hati, gue bilang, syukur deh, dia ngga manggil Ibu. Coba aja lu manggil Ibu, gue plototin, hahahaa…. Atau manggil gue Acil…….. hmmmm…………. gue merem aja deh…. Meskipun sekarang sudah dipanggil acil, karena sepupu-sepupu gue sudah banyak yang punya anak…. Tetep aja gue ngga rela….

Masalah panggilan kaka, sebenarnya cuma egoism hati gue aja, pengen kedengaran lebih muda…. >.<
Oke, karena situ manggil gue kaka, gue kasih lu senyum sumringah gue yang jarang diberikan secara cuma-cuma, apalagi waktu itu siang bolong. Plus gue putuskan untuk ngasih pertanyaan singkat.

[Sambil membuka dompet, maksudnya biar dia bertahan di depan gue, jadi gue kan bisa nanya. Ga ikhlas kan???]
Ding… Assalamu’alaikum tu artinya apa???, ucap gue sok lembut….

Spontan ia menjawab dengan jawaban yang tak pernah terlintas dibenakku, tak pernah terbayangkan akan terdengar ditelingaku.

“Minta”
“Oooo….. Minta??? Lain itu ding ai, Assalamu’alaikum tu maksudnya mudahan pian selamat”

Dia malah jawab balik, “Oooo…. Mudahan pian selamat???” Lantas meninggalkanku begitu saja, dengan kalimat do’a yang beraksen tanda tanya….

Maka, ku “Aaaamiiiin……” kan saja lah….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.