Lompat ke isi
11 Oktober 2011 / Chandra Wulan

Istighfar dalam Do’a

Seberkas harapan ditengah kalutnya kehidupan. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Aku lepas memaknainya. Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan. Dan, seringkali….

Tuhanku…. Aku perlu ini….
Segera Tuhanku…
Aku yakin Tuhan itu ada…. Sungguh….
Aku perlu itu…
Sekarang Tuhanku….

Kuperintah Tuhanku dari kerendahanku di bumi-Nya. Tak pernah kusadari tingginya ‘Arsy-Nya. Bagiku itu pintaku pada Tuhan. Semesta mendengar. Bumi terdiam mendengar perintahku pada-Nya. Betapa kurang ajarnya aku. Melintas horizon, terdengar suaraku hingga langit-Nya.

Tuhanku…. Aku benar-benar perlu sekarang…..

Dalam kehinaan, aku mengancam-Nya.
“Kalau Engkau tidak memberiku sekarang, Aku takkan lagi menyembah-Mu…”

Kutagih janji-Nya, “Mintalah pada-Ku, niscaya Ku-kabulkan”
Aku lupa, Ia bahkan tak pernah menagih tugasku, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”

Adakah Zat-Nya berkurang ketika aku mengancam-Nya…………????
SAMA SEKALI TIDAK!!!!!
Astaghfirullaah……

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.