Istighfar dalam Do’a
Seberkas harapan ditengah kalutnya kehidupan. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Aku lepas memaknainya. Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan. Dan, seringkali….
Tuhanku…. Aku perlu ini….
Segera Tuhanku…
Aku yakin Tuhan itu ada…. Sungguh….
Aku perlu itu…
Sekarang Tuhanku….
Kuperintah Tuhanku dari kerendahanku di bumi-Nya. Tak pernah kusadari tingginya ‘Arsy-Nya. Bagiku itu pintaku pada Tuhan. Semesta mendengar. Bumi terdiam mendengar perintahku pada-Nya. Betapa kurang ajarnya aku. Melintas horizon, terdengar suaraku hingga langit-Nya.
Tuhanku…. Aku benar-benar perlu sekarang…..
Dalam kehinaan, aku mengancam-Nya.
“Kalau Engkau tidak memberiku sekarang, Aku takkan lagi menyembah-Mu…”
Kutagih janji-Nya, “Mintalah pada-Ku, niscaya Ku-kabulkan”
Aku lupa, Ia bahkan tak pernah menagih tugasku, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”
Adakah Zat-Nya berkurang ketika aku mengancam-Nya…………????
SAMA SEKALI TIDAK!!!!!
Astaghfirullaah……
