Lompat ke isi
6 Desember 2011 / Chandra Wulan

usiaku BELUM expired (part 1)

Kubuka dompet, tanpa sengaja kartu kecil yang sudah beberapa kali kuperbarui terjatuh. Lima tahun sekali aku ke kantor camat, merevisi KTP. Tidak ada perubahan, yang tertulis tetap namaku, tempat tanggal lahirku, alamatku, dan golongan darahku, 0. Paling-paling yang berubah, status perkawinan. Dulu sempat tertulis, “BELUM KAWIN” tapi sekarang sudah tertulis “KAWIN”. Mungkin ini maksudnya masa berlaku di KTP, selain kemungkinan lain, mungkin agar penduduk tau, siapa nama camatnya sekarang dan bagaimana bentuk tandatangannya. Entahlah, aku tak mengerti administrasi, apalagi birokrasi. Aku hanya mengikuti prosedur, sesuai yang terpampang di papan “ALUR PEMBUATAN KTP”.

Aku sudah tua. Perasaanku kini jauh berbeda dari saat pertama kali aku membuat KTP. Di usia 17 tahun, didampingi Ayahku, waktu itu aku gugup bercampur senang. Sedangkan Ayahku tampak sumringah, anaknya sudah besar, sudah punya KTP, walaupun aku juga yakin, kalau Ayah sibuk memikirkan bagaimana aku menghadapi dunia di masa mendatang, bagaimana nasibku setelah lulus SMA nanti.
*****

Sepulangku dari kantor camat, kusinggahkan mataku pada layar kaca. Kulihat berita, seorang siswa SMA menjuarai lomba debat politik. Pikirku, pasti dia anak seorang politisi hebat, yang rumahnya penuh dengan buku berbau politik. Disusul laporan hasil sementara pertandingan catur internasional tingkat remaja yang dilaksanakan di India. Lain lagi dengan sekelompok mahasiswa yang berhasil menjuarai kontes robot di Jepang. Sudahlah, mereka anak-anak hebat. Orang tuanya pasti bangga padanya.

Kutekan remote, ada sinetron, pemerannya anak-anak. Hmm…kecil-kecil mereka sudah punya penghasilan sendiri. Setidaknya mereka bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Itu juga sebuah prestasi bagi mereka.
Kualihkan ke channel lain, berita kriminal, sepasang pelajar SMP tertangkap basah saat melakukan tindakan asusila di kamar mandi sekolah. Ada lagi, remaja 14 tahun digebuki massa karena menjambret seorang nenek di terminal bus. Dasar anak-anak, mengapa harus menjambret nenek-nenek, apa mereka pikir seorang nenek takkan bisa berlari mengejarnya dan takkan kuat berteriak “Jambreeet Kampreeet”!!! Usia mungkin memang senja, tapi masih kuat kan…
********

Kembali ke aku, aku bukan menyesal dengan hidupku di masa lalu. Jujur saja, usiaku sekarang 48 tahun dan semuanya kulewatkan bak angin semilir. Tak ada yang bisa dikenang kalau aku mati. Mungkin orang-orang tidak akan tahu kalau aku pernah menyesaki bumi beberapa tahun lalu, kalau tidak melihat nisanku.
Kurasa cukup sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah industri tekstil dengan gaji yang cukup untuk menghidupi dua anak dan istriku. Tapi baru saja aku terpikir, aku tak mau kalau aku hanya dikenali lewat nisan di makamku.

Bagaimana…. Tidak mungkin aku ikut lomba murid berprestasi tingkat SD, SMP, SMA atau ikut seleksi mahasiswa berprestasi. Apalagi mewakili daerah ke tingkat nasional untuk pertandingan. Ibarat makanan kaleng, tanggal yang tertera di bagian bawahnya sudah kelewat jauh. Ya… seperti itu pula, usiaku sudah expired. Untuk usiaku sekarang, sudah tidak pantas lagi bergelut dengan hal-hal seperti itu. Sebayaku saat ini kebanyakan berkarir di profesi masing-masing saja.

Menjadi calon pemimpin kabupaten??? Ah…mustahil, apapun bentuknya aku tak punya modal. Kemampuan bicara di depan publik, aku tak punya. Kemampuan negosiasi juga tak ada. Keturunan politisi juga tak ada. Apalagi kemampuan finansial untuk kampanye…mana ada. Mau jadi calon independen, siapa juga yang memilih. Toh selama hidup di sini, aku tak punya kontribusi apapun. Membuka usaha baru, aku tak punya modal. Belajar ilmu pengetahuan, kurasa otakku sudah tumpul, memoriku semakin memburuk. Apa yang bisa dikenang dari aku???

Aku tak mampu menuliskan sendiri sejarah hidupku. Apakah kehadiranku hanya untuk mengisi satu kotak kosong dari sebuah pohon keluarga???

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.